Selasa, 14 Februari 2012

2 serial bukit sejarah: 5


Di Puncak Shafa 

Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
( QS Al Hijr: 94)

Dipuncak bukit itu ia memanggil segenap orang-orang Quraisy. Setelah sekian lama, akhirnya ayat itu mengharuskannya tampil di depan kaumnya dan menyeru, “Wahai orang-orang Quraisy jika aku katakan dibelakang bukit ini ada pasukan berkuda yang hendak menyerang kalian, apakah kalian percaya kepadaku?”
“Kami percaya, karena sesungguhnya kami dapati engkau seorang yang tak pernah berdusta.” Jawab mereka,
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya aku pemberi peringatan kepada kalian dari azab yang pedih. Selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Demi Allah, sesungguhnya aku tidak dapat membela kalian di hadapan Allah selain bahwa kalian mempunyai tali kekeluargaan yang akan aku sambung dengan hubungannya ”.
Mendengar ini, Abu Lahab serta merta menyahut, “ Celakalah engkau selama-lamanya. Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?”

 
Telak sudah apa yang sepertinya didapatkan pemuda ini. Cemoohan pamannya sendiri membuatnya menjadi sempit dan terpojok ditengah-tengah kaumnya yang sebenarnya tidak hendak mendustakannya. Bersedihlah ia akan penolakan dan kesesatan yang tetap bertahan pada kaumnya, dan Allah-pun menghiburnya akan harapan besar pada keimanan yang semestinya diikrarkan oleh orang-orang Quraisy, 


"Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk". [QS. Al Qashash: 56]
Dan balasan yang nyata bagi pamannya,
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan Sesungguhnya Dia akan binasa” 
(QS. Al-Lahab: 1)
Itu membuatnya terus melangkah, tetap dalam kesabaran. Karena perintahnya adalah menyeru bukan memberi hidayah. Dan ini barulah awal, akan ada langkah panjang yang akan ditempuh. Ia yakinkan dalam dirinya untuk tetap teguh akan setiap tahapan yang hendak dijalani, meski itu bukan hal yang mudah. Maka diatas bukit shafa itu, pemuda terpuji Muhammad menjadi sorot utama. Ikrar kenabian sekaligus awal atas tantangan tahapan baru. Setelah ini, dengan sadar dan nyata orang-orang Quraisy dan pembesarnya akan menjadi benteng tebal penghalang yang mesti dirobohkan. Meski dengan susah payah.


Di puncak shafa itu kita belajar bahwa, ikrar seruan ini adalah keharusan akan islam yang mesti disampaikan pada seluruh manusia sebagai pilihan satu-satunya jalan keselamatan. Meski akan ada penolakan, ancaman dan pemboikotan. Namun ini tugas yang mesti ditunaikan, tak dapat mundur sehingga Allah memenangkan agama ini atas orang-orang musyrik meski mereka tidak menyukainya. Dan inilah keteladanan akan tugas yang mesti kita ambil sebagai penerusnya, dari atas puncak bukit shafa. Bukit ikrar keselamatan...

2 komentar:

  1. akhirnya blog ini ap det juga..hoho

    BalasHapus
  2. sejak dulu jg ap det kalee...walopun tiap bln cuman 1 tulisan,maklum belajar nulis. mohn bimbingannya... BTW syukron udah mampir...

    BalasHapus

 

"serunai hijau," Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates