Minggu, 13 April 2014

0 serial bukit sejarah: 13


 Bukit Kekalahan

Tak ada kata yang mewakili beratnya perasaan sang Nabi. Betapa tidak semuanya telah terjadi sebagaimana telah dikabarkan. Sang Paman yang mendukung dan melindunginya telah sahid di medan jihad, para sahabat dekat tercabik berdarah-darah dan sang Nabi sendiri terluka tak terperi.  Dan hari itu dikenang sebagai kekalahan pertama orang-orang mukmin yang menyakitkan.

Dalam ruang jiwa manusia, jikalau kemarahan adalah wujud ekspresi atas ketidakpatuhan mungkin menjadi wajar. Namun kehalusan hati dan kebesaran jiwanya dikuatkan perintah langit,
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka… 

Kisah epik di atas bukit uhud memberikan pelajaran berharga bagi kita dalam bumi manusia tentang kekalahan. Bahwa tidak selalunya engkau di pihak yang benar, engkau harus selalu menang. Rencana dari langit tidak selalunya sama dengan keinginan dalam diri manusia. Ini adalah hikmah berharga bagi tiap generasi sesudahnya. Keimanan menjadi landasan atas tiap hasil dari ikhtiar yang telah dioptimalkan. Dan keberlanjutan amal menjadi penanda akan keridho-an terhadap takdir yang telah ditetapkan, sedang manusia adalah tempat salah yang mesti diberi kesempatan untuk memperbaiki. Oleh karenanya dalam kerja jama’i hubungan antar manusia ini menjadi hal berharga yang tetap dijaga sebagaimana diperintahkan Allah,
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu…

Yang mesti menjadi perhatian adalah perencanaan dan penataan kembali amal-amal berikutnya.
… dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. 

Tak kalah penting pula untuk meyakinkan segenap pihak terhadap rencana dan amal tersebut hingga Allah menetapkan kembali hasil yang terbaik.
… kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.



Maka dari puncak bukit uhud itu kita mengenang tentang makna penting dalam berjamaah, ketaataan sekaligus kebesaran dan kelapangan hati orang-orang beriman. Disana pula kita melihat secara nyata orang-orang yang setia dalam beramal dan para pengkhianat oportunis yang munafik. Di dunia realita kita ini sebentuk sketsa yang berbeda warna dan bingkainya namun tetap saja sama nilainya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

"serunai hijau," Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates